Loading

Google Translator

Visitor

Catalonia is not Spain ( And why we hate Real Madrid )

Written By Unknown on Rabu, 18 Januari 2012 | 10:27 AM

Bangsa Tanpa Negara


Kemenangan Spanyol, sekali lagi mengingatkan kita akan eksistensi Catalan yang menjadi bagian dari negara itu. Kehadiran Catalan sebagai bangsa kembali memantik diskursus mengenai relasi bangsa dan negara. Mengutip Enric Prat de la Riba, Manuel Castells (2000) menganjurkan agar perlu membedakan antara negara dengan bangsa. Negara adalah organisasi politik yang secara eksternal merupakan kekuatan independen, dan secara internal adalah kekuasaan tertinggi, dengan kekuatan utama ada di rakyat dan uang untuk menjagai independensi dan otoritasnya.

Dalam relasi antara bangsa dan negara, Castells mengeksplorasi dua kasus berbeda yakni kasus Uni Soviet dan Catalunya, Spanyol. Menurut Castell, kasus yang dihadapi Uni Soviet itu menunjukan Bangsa yang melawan Negara (nations against state). Sementara kasus kedua, dihadapi oleh Catalunya yang diidentifikasi sebagai bangsa tanpa negara (nations without state).

Pengalaman Catalunya mengajak kita untuk merefleksikan kondisi dimana sebuah bangsa eksis dan merekonstruksi dirinya, bukan sebagai sebuah negara-bangsa, dan tanpa bermaksud mendirikan salah satu diantaranya. Pimpinan tertinggi Catalunya, Jordi Pujol menuturkan kalau Catalunya merupakan bangsa tanpa negara. Kasus Catalunya itu cukup rumit, karena mereka memiliki bahasa dan budayanya sendiri. Tetapi negara mereka adalah Spanyol.

Berdasarkan penggambaran kasus di Uni Soviet serta Catalunya, Castells menuturkan kalau ia menggarisbawahi bangsa sebagai komunitas budaya yang dikonstruksi dalam pikiran masyarakat dan memori bersama tentang sejarah dan politik.

Dua kasus, kembali mengambarkan karakteristik dari periode sejarah saat ini. Pertama, disintegrasi negara dengan banyak bangsa yang mencoba untuk tetap berdaulat secara penuh atau menolak pluralitas konstituen bangsanya. Kasus ini menimpa Uni Sovyet awal, Yugoslavia, Ethiopia, Cekoslovakia, dan mungkin pada masa akan datang akan melanda Sri Lanka, India, Indonesia, Nigeria dan negara lainnya. Disintegrasi ini menghasilkan apa yang disebut sebagaiquasi-nation-states.

Kedua, kita mengamati perkembangan “negara” yang hanya menjadi negara bagian, tetapi memaksa pemerintahan pusat untuk menyesuaikan dan mengakui kedaulatan seperti dalam kasus Catalunya, Negara Basque, Flanders, Wallonie, Scotland, Quebec, Kashmir, Punjab dan Timor Timur (sebelum merdeka).

Dari aspek ekonomi, Catalonia adalah bangsa nomor dua termaju dalam hal industri di Eropa setelah Inggris pada abade ke-18. (Oomen, 2008: 53). Barangkali bagi elit Catalonia tidak ada perbedaan antara mempertahankan tingkat otonomi ekonomi, politik dan kultural bangsa dengan kebijakannya untuk menjadi bagian dari negara Spanyol. Jadi kasus Spanyol sebagai nasionalisme ”negara dominan” dengan memperhatikan Catalan sebagai bangsa yang menggabungkan diri dengan kekuasaan yang lebih besar, tidak semuanya benar.

( Mengutip tulisan di elsaonline.com )

Sejarah FC Barcelona

Klub Barcelona didirikan tahun 1899 oleh seorang kelahiran Swiss bernama Hans Gamper. Dia membentuk klub sepak bola yang berisi pemain pemain dari Swiss, Inggris, dan Catalan (satu suku bangsa di Spanyol). Gamper mencetak 103 gol antara tahun 1901 sampai 1903 dan menjadi Presiden klub sampai kematiannya tahun 1930. Stadion Barcelona pertama dibangun tahun 1909 dengan kapasitas penonton 6000 orang. Pertama kali Barcelona menjadi juara liga spanyol adalah tahun 1929, hanya 1 tahun sebelum kematian Gamper. Pada waktu itu, Barcelona sudah menjadi tim yang hebat. Dan pemain yang paling terkenal di jaman itu adalah Ricardo Zamora ( Kiper ) . Dia di kenal karena sekarang namanya diabadikan sebagai nama piala penghargaan untuk kiper terbaik di liga spanyol setiap tahunnya dan yang paling fenomenal adalah dia pemain pertama yang pidah dari Barcelona ke Real Madrid! hal yang paling di anggap tabu oleh seluruh orang Catalan dan fans Barcelona.

Ricardo Zamora

Awal dari cerita 'musuh bebuyutan' antara Barcelona dan Real Madrid bermula pada masa Jendral Franco. Jenderal yang sangat diktator di Spanyol pada tahun 1930-an. Barcelona, yang adalah “ibukota” dari Provinsi Catalonia dan pusat dari bangsa Catalan yang sejak dulu tidak pernah mau mengakui kalau mereka adalah bagian dari negara Spanyol. Catalan selalu menganggap ' Catalan is not Spain!' dan menjadi daerah 'paling di musuhi' oleh sang Jendral dan ibukota ( Madrid )

Franco melarang penggunaan bendera dan bahasa daerah Catalan. Dan cuma FC Barcelona yang menjadi media dan tempat seluruh orang2 Catalan bisa berkumpul dan berbicara dalam bahasa daerah mereka. Warna biru dan merah, FC Barcelona pun menjadi Icon Catalan dengan seragam mereka yang sama warna nya dengan bendera Catalan.

Sang Jendral pun makin tidak suka dengan Barcelona. Josep Suñol, Presiden Barcelona waktu itu, dibunuh oleh pihak militer pada tahun 1936, dan sebuah bom dijatuhkan di FC Barcelona Social Club pada tahun 1938. Di lapangan sepakbola, Puncak permusuhan ini terjadi pada tahun 1941 ketika para pemain Barcelona “di haruskan” (dibawah ancaman militer) untuk kalah dari Real Madrid. Barcelona kalah dan gawang mereka kemasukan 11 gol dari Real Madrid. Sebagai bentuk protes, Barcelona bermain serius dalam 1 serangan dan mencetak 1 gol. Skor akhir 11-1, dan 1 gol itu membuat Franco kesal. Kiper Barcelona kemudian dijatuhi tuduhan “pengaturan pertandingan” dan dilarang untuk bermain sepakbola lagi seumur hidupnya.

Sejak saat itu FC Barcelona menjadi semacam klub “anti-franco” dan menjadi simbol perlawanan Catalonia terhadap Franco, ibukota ( Madrid ) dan Spanyol tentu nya. Sebagai sebuah simbol perlawanan, kultur dan karakter Barcelona kemudian terbentuk dengan sendirinya. Siapapun pelatihnya, dan gaya apapun yang dipakai, karakternya hanya satu: Menyerang!. Sebagai penyerang, Barcelona bermaksud untuk mendobrak dominasi Real Madrid (dan bagi orang Catalonia, mendobrak dominasi Spanyol). Untuk itulah Barcelona pantang bermain bertahan, karena itu adalah simbol ketakutan. Kalah atau menang adalah hal biasa. Tapi keberanian memegang karakter, itulah yang menjadi simbol perlawanan.

Pada tahun 50-an dan 60-an, Barca memang tertutup oleh kejayaan Real Madrid yang waktu itu diperkuat Ferenc Puskas, Di Stefano, dsb. Sebagai anak emas Franco sejak tahun 1930-an, Real Madrid memang selalu memiliki sumber dana besar untuk belanja pemain. Barcelona sendiri, pada 2 dasawarsa tersebut hanya bisa memenangi 4 kali liga spanyol, 2 kali piala raja, dan satu kali piala Inter City Fair (yang kemudian menjadi UEFA Cup).

Bendera Bangsa Catalan

Rivalitas Sampai Sampai Mati

Sampai pada tahun 1973, datang seorang pemain Belanda , Johan Cruyff, bergabung dari Ajax. Dan dia secara terang2an bicara kalo dia memilih Barcelona bukan nya Real Madrid karena tidak suka dengan klub sepak bola yang menjadi alat politik sang jendral. Dia membawa seuatu perubahan besar dalam permainan Barcelona ' Total Footbal ' bersama rekan senegaranya Johan Neeskens, Total Football inilah yang sampe sekarang melekat dengan gaya bermain Barcelona. Meski sudah berganti banyak pelatih dan ratusan pemain, Barcelona tetap bermain dengan dasar Cruyff yaitu Total Football. Di tahun pertama merumput bersama Barcelona Cruyff langsung membawa Barcelona memenangi gelar liga spanyol (setelah sebelumnya 14 tahun puasa gelar), dan di tahun itu dia membawa Barcelona membantai Real Madrid 5-0 di ibukota.

Pada tahun itu Johan Cruyff dinobatkan sebagai pesepakbola terbaik Eropa, Bentuk cinta dia kepada Barcelona adalah memberi nama anaknya dengan nama khas Catalan, yaitu Jordi. Dan sekarang semua orang di dunia pun tahu kalo Johan Cruyff adalah seseorang yang merubah Barcelona dan menjadi legenda sepanjang masa bagi Barcelona dan bangsa Catalan.

Sampe sekarang duel antara Barcelona dan Real Madrid yang terkenal dengan sebutan ' El Classico' yang sedikit nya terjadi 2x dalam setahun mungkin adalah duel yang paling di tunggu selain duel partai final piala dunia atau final piala champions. Kedua tim sama2 menanamkan ' boleh kalah dari tim lain asal jangan kalah dengan Barcelona / Real Madrid'. Tidak heran kalo setiap duel ini terjadi selalu berlangsung panas karena ini ibarat perlawanan bangsa Catalan terhadap Spanyol dan Ibukota. Kartu kuning dan kartu merah seperti menjadi hiasan wajib dalam partai ini.

Johan Cruyff
( Legenda Barcelona )

Perang itu pun berlanjut di luar lapangan dengan proses transfer yang di anggap tabu atau haram bagi kedua tim. Saya mungkin senang dengan datang nya Luis Enrique dari Madrid ke Barcelona karena dia adalah pemain idola saya saat itu. Dan terbukti bersama Rivaldo, Figo dan Guardiola dia berhasil meneruskan kejayaan Barcelona di era 90'an. Selain itu banyak transfer tabu lain nya seperti Michael Laudrup yang pindah dari Barcelona ke Real Madrid tahun 1995. Hal yang membuat publik Catalan membenci nya. Karena saat itu bersama George Hagi, Romario dan Stoickov dia berhasil membawa Barcelona ke puncak di bawah asuhan sang legenda Johan Cruyff. Namun yang paling fenomenal jelas transfer pindah nya Luis Figo dari Barcelona ke Real Madrid tahun 2001 yang membuatnya menjadi pemain termahal dunia saat itu. Publik Barcelona sangat membenci Figo karena transfer itu. Mereka masih ingat saat Figo datang ke Barcelona tahun 1996 Figo bukan lah siapa2 sampai dia bermain di Barcelona dan memperoleh banyak gelar. Yang membuat publik Catalan sangat sakit hati karena Figo lebih mementingkan uang dari pada rasa cinta bermain di Barcelona. Dia pindah karena di gaji dengan 2x lipat dari gaji nya di Barcelona dan Nilai Transfer nya saat itu melebihi klausul kontra Figo bersama Barcelona yang menurut aturan Bosman yang sudah berlaku bisa membuat pemain pindah ke klub lain. Padahal transfer itu bisa di cegah bila Figo menolak pindah namun dia menghianati Barcelona dan Catalan.

Dalam duel El Classico tahun berikutnya, ketika pertandingan dilangsungkan di Nou Camp, Figo menerima sambutan ' hangat ' yang mungkin tidak akan dilupakannya seumur hidup. Seorang pendukung Barcelona di tengah-tengah pertandingan berhasil menerobos pagar petugas keamanan, sambil memakai bendera Barcelona sebagai jubah, kemudian berlari ke arah Figo membawa sebuah hadiah istimewa: sebuah kepala babi, lengkap dengan sedikit darah masih menetes dari lehernya. Ia kemudian melemparkan bendera Barcelona dan kepala babi itu ke arah Figo. Figo sendiri hanya terdiam menunduk beberapa. Di Catalan kepala babi itu adalah simbol keserakahan dan pengkhianatan.

Luis Figo ( Madrid 2002 )

Catalan dan Barcelona di Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010

Sejak dulu Spanyol selalu mempunyai pemain - pemain yang berkualitas tapi selalu gagal di setiap turnamen yang mereka ikuti. salah satu alasan karena spanyol terdiri dari berbagai macam suku dan sulit di satukan. Catalan sejak dulu selalu menyumbang pemain untuk timnas Spanyol meski animo penonton timnas Spain di Catalan adalah yang terendah karena mereka selalu menganggap 'Catalan is not Spain'. Mereka selalu ingin menjadi bangsa sendiri karena mereka merasa tidak ada hubungan darah dengan Spanyol, mereka adalah bangsa yang di jajah oleh Spanyol dan sekarang ingin merdeka. Dari saat saya suka Barcelona ( saat smp ) sudah banyak pemain Barcelona yang hebat yang masuk timnas Spanyol seperti Andoni Zubizarreta, Joseph Guardiola, Sergi Berjuan, Ivan Delapena, Luis Enrique dll.

Camp Nou Stadium

Sampe di Piala Eropa 2008 saat Spanyol menjadi juara Barcelona masih menjadi tulang punggung timnas Spanyol. Mungkin Torres yang mencetak goal final tapi itu umpan dari Xavi dan bersama Iniesta mereka lah yang membuat permainan indah timnas Spanyol dan Puyol menjadi benteng pertahanan timnas Spanyol.


Xavi setelah mencetak goal VS Rusia (
Semi Final Piala Eropa 2008 )

Setelah keberhasilan menjadi juara piala Eropa, sempat ada beberapa perayaan di Catalan tapi cuma berlangsung sesaat dan kembali sering terjadi demo menuntut kemerdekaan di Catalan. Mereka tetap pada tujuan nenek moyang mereka untuk merdeka sendiri tanpa adanya Spanyol.

Puncak dominasi Barcelona dan Catalan di timnas Spanyol adalah di Piala Dunia 2010 dan mereka untuk pertama kali nya menjadi juara. Goal di semifinal melawan Jerman di cetak oleh kapten Barcelona Carles Puyol dan goal paling bersejarah untuk Spanyol di final di Cetak oleh Andres Iniesta. Bayangkan dari starting eleven di final ada 7 pemain Barcelona! Puyol, Pique ( Belakang ) Iniesta, Xavi, Bosquet ( Tengah ) Villa ( baru bergabung sebelum piala dunia ) dan Pedro ( Depan ), dan ada Valdes ( Kiper ) di cadangan. Sudah? belum pak karena masih ada pemain lainasal Catalan di Spanyol: Capdavilla ( Belakang / Villareal ), Reina ( Kiper / Liverpool ) dan pasti nya si 'anak hilang' Fabregas ( Tengah / Arsenal ). Total ada 11 pemain Catalan / Barcelona dari 22 pemain Spanyol di timnas.

Uniknya sehari sebelum partai final, di Catalan masih ada demo besar menuntut otonomi dan merdeka. Seakan melupakan putra2 terbaik dari bangsa mereka sedang berjuang untuk Spanyol di piala Dunia

Salah satu foto demo menjelang final piala dunia di catalan

Namun sekeras dan sebesar apapun demo di Catalan, para putra Catalan dan Barcelona tetep menunjukan semangat nya untuk Spanyol. Mereka bertarung dan bermain dengan sangat indah sampai mecetak sejarah membawa Spanyol juara duinia pertama kalinya. Tanpa mengecilkan peran dari pemain lain, Barcelona berhasil membawa Piala Dunia untuk Spanyol, tapi kita tidak boleh melupakan 2x aksi penyelamatan Casillas saat memblok tendangan Robben.


Iniesta setelah mencetak goal di final piala dunia, goal nya di persembahkan untuk Dani Jarque pemain asal Catalan / Espanyol yang meninggal di lapangan karena serangan jantung

Xavi & Puyol. Dua pemain asli Catalan membawa bendera Catalan setelah Spanyol menjadi juara dunia

Oke terakhir sebesar apapun protes dan demo rakyat Catalan terhadap pemerintah Spanyol semoga tidak terjadi di sepakbola karena Barcelona adalah salah satu klub harapan Spanyol dengan pemain2 nya yg ada di akademi mereka La Masia.


Sumber: Google, Wilkipedia dan beberapa tulisan yang saya baca di internet
10:27 AM | 2 komentar | Read More

Susunan Pemain Terbaik 2010-2011

Written By Unknown on Selasa, 10 Januari 2012 | 6:40 PM



Berikut ini adalah susunan pemain terbaik 2010-2011 versi Sportsillustrated dalam skema 4-3-3.
Kiper          :  Iker Casillas (Spanyol/Real Madrid)
Belakang   :  Dani Alves (Brasil/Barcelona), Gerard Pique (Spanyol/Barcelona), Nemanja Vidic  (Serbia/Manchester United), Patrice Evra (Perancis/Manchester United)
Tengah       : Bastian Schweinsteiger (Jerman/Bayern Muenchen), Xavi Hernandez (Spanyol/Barcelona),   Andres Iniesta (Spanyol/Barcelona)
Depan        : David Villa (Spanyol/Barcelona), Lionel Messi (Argentina/Barcelona), Cristiano Ronaldo (Portugal/Real Madrid)
6:40 PM | 0 komentar | Read More

Lionel Messi Tegaskan Dominasi Sebagai Yang Terbaik Di Jagad Sepak Bola


Lionel Messi melakukan semuanya pada 2011, mulai dari yang menakjubkan sampai yang sensasional. Striker brilian miliki Barcelona itu membuat para pemberi suara di FIFA Ballon d'Or tak punya pilihan lain kecuali menganugerahkan predikat terbaik untuk kali ketiga beruntun pada Senin (9/1) kemarin, dan Messi tampaknya masih bisa meraih lebih.

Dalam kurun beberapa tahun terakhir, pemain lincah Argentina itu memang pantas disebut terhebat. Saking jagonya, Messi tak hanya dibanding-bandingkan dengan pemain generasinya, seperti pesaingnya di ajang Ballon d'Or kali ini, Xavi -- yang juga rekan seklubnya -- dan Cristiano Ronaldo, tapi juga dengan pemain-pemain terwahid sepanjang masa. Banyak pengamat yang tak sungkan melabelinya terbaik dalam sejarah sepakbola, bermain untuk tim yang juga disebut paling atraktif.

Klaim tersebut tentunya sulit dijustifikasi. Tak seorang pun yang pernah melihat seluruh pemain terbaik dunia dari setiap era beraksi bersamaan, lagipula amat rumit mengomparasikan sosok berbeda generasi dengan perubahan yang tak terelakkan dalam permainan sepakbola itu sendiri.

Bagaimanapun, dari segi raihan Ballon d'Or, Messi sepertinya bakal melampaui pemain-pemain terdahulu. Kesuksesan di edisi 2011 ini telah membuatnya sejajar dengan Johan Cruyff, Michel Platini, dan Marco van Basten yang sama-sama mengoleksi tiga gelar. Tapi usia Leo baru 24 dan Cruyff berpendapat La Pulga mampu mengklaim enam atau tujuh Bola Emas sebelum gantung sepatu.

Messi mungkin dapat melakukannya, namun tetap komparasi dengan generasi sebelumnya tergolong sukar karena Ballon d'Or awalnya hanya diperuntukkan bagi para pesepakbola Eropa, yang berarti dua legenda Amerika Selatan yang juga banyak digaungkan terbaik sepanjang masa, Diego Maradona dan Pele, tak pernah masuk hitungan.

Perdebatan soal ini bakal terus bergulir. Beberapa menyatakan Messi tak akan pernah bisa dipertimbangkan sebagai terbaik sejati sampai dia mengantarkan Argentina berjaya di Piala Dunia, kendati penilaian tersebut tampak kurang fair, sementara yang lain berargumen ia hanya bisa menyuguhkan performa mengilap karena terbantu gelandang-gelandang paten di Camp Nou seperti Xavi, Andres Iniesta, dan sekarang juga ada Cesc Fabregas. 
  


Gelar ketiga beruntun | Diyakini akan lebih banyak lagi
Namun, opini-opini miring tersebut tampak bukan suatu masalah berarti. Leo adalah seorang berjiwa sederhana dan rendah hati yang fokus memenangkan laga buat klub dan negaranya. Ia paham betul bahwa dengan kesuksesan kolektif, barulah pengakuan individual bisa hadir, bukan sebaliknya. "Meraih penghargaan individual menyenangkan," katanya. "Tapi yang lebih penting bagi saya adalah memenangkan trofi bersama tim."

Lima dari serangkaian titel kolektif direngkuhnya pada 2011, dengan Barca menjuarai La Liga, Liga Champions, Supercopa de Espana, Piala Super UEFA, serta Piala Dunia Klub, dan sosok kelahiran Rosario itu memainkan peranan kunci. "Tanpa Leo tak satu pun dari gelar tersebut mungkin diraih," begitu ujar Pep Guardiola.

Sang entrenador Barca itu mengubah posisi Messi menjadi false nine dalam skema trio penyerang, dari situlah dia mampu menghadirkan petaka bagi tim lawan dengan efek yang lebih dahsyat dari sebelumnya. Gol-gol pun rutin dilesakkannya sepanjang 2011. Secara keseluruhan, Messi membukukan enam hat-trick dari total 59 gol di level klub dan internasional, termasuk 55 gol dari 57 laga bersama Barcelona. Selain itu ia pun banyak mengkreasikan assist, juga menyajikan momen-momen yang patut dikenang.

Gol indahnya ke gawang Arsenal di Camp Nou menginspirasikan kemenangan di second leg 16 besar Liga Champions setelah The Catalans dibekuk 2-1 di London, dan aksi solo memikatnya pada semi-final kontra Real Madrid di Santiago Bernabeu, di mana ia memborong dua gol kemenangan, melapangkan jalan Barca menuju partai puncak.

Pada laga final melawan Manchester United, Messi sekali lagi melesakkan gol apik yang turut mengantar Barca menang 3-1 di Wembley. Tak pernah membobol gawang tim asuhan Jose Mourinho? Tak pernah mencetak gol di Inggris? 2011 menjadi tahun bagi Messi mengubur semua statistik jelek itu, dan ia melakukannya dengan gaya.


STATISTIK MESSI BAGI KLUB & NEGARA
DI 2011

Kompetisi Gim Gol Assist Kartu Kuning Trofi
La Liga 36 31 16 2 1
Ajang Piala 10 12 4 4 3
UCL 11 12 5 1 1
Internasional 13 4 10 1 0
Total 70 59 35 6 5

Di akhir 2011, Messi berhasil mengulangi pencapaian rekan setimnya, Pedro, pada 2009 dengan mencetak gol di seluruh enam kompetisi level klub yang diikuti. Namun tetap terdapat kekecewaan, Messi lagi-lagi mandul bersama Argentina dan tak mampu menginspirasikan Los Albicelestes menjadi kampiun Copa America di rumah sendiri. Ada pula tangis kegagalan, ketika Barca takluk dari Madrid di final Copa del Rey pada April.

Meski begitu, sisi positif bagi Messi di 2011 amat jauh melebihi yang negatif. Figur berpostur 169 cm ini sukses membungkam rival-rival individual yang sering dikomparasikan dengannya. Ia kembali tampil prima dan berperan membawa Barca mengalahkan Madrid -- dan Cristiano Ronaldo -- 3-1 di ajang La Liga, Desember lalu, dan menampilkan permainan sensasional dalam kemenangan 4-0 kontra Santos yang diperkuat Neymar di final PD Klub hanya sepekan berselang.

Sebelumnya pada Agustus Messi menyarangkan tiga gol dan mengirim sepasang assist dalam dua leg Supercopa de Espana menghadapi Madrid yang berujung kemenangan agregat 5-4 Los Blaugrana. Ia juga menciptakan satu gol dan assist saat Barca mencaplok Piala Super UEFA dengan membekap FC Porto 2-0.

Performa istimewa seorang Messi pastinya bakal terpatri di memori suporter Barca dan penikmat sepakbola di seantero jagat untuk waktu lama. Soal kepantasannya disebut terbaik sepanjang masa mungkin masih bisa diperdebatkan, namun pada 2011, penegasannya sebagai yang terhebat di atas lapangan tak terbantahkan.  

Congratulation Leo!

─█─█─█─███──██─███────██──███─██───██─███──██─██─ ─█─█─█─█───█───█─█────█─█─█─█─█─█─█───█─█─█──█──█ ─█─█─█─███─█───███────██──███─██──█───███──█───█─ ─█─█─█───█─█───█─█────█─█─█─█─█─█─█───█─█───█─█── ──█──█─███──██─█─█────██──█─█─█─█──██─█─█────█ 

 Source : Goal 

6:30 PM | 0 komentar | Read More

Messi dan Sawa Pesepakbola Terbaik Dunia 2011

Messi dan Sawa Pesepakbola Terbaik Dunia 2011

Zurich, (Analisa). Terjawab sudah siapa yang terpilih sebagai Pemain Terbaik Dunia tahun 2011. Bomber Barcelona, Lionel Messi, memenangi FIFA Ballon d"Or setelah mengalahkan Cristiano Ronaldo dan Xavi Hernandez. Sementara untuk pemain putri, gelar terbaik dinobatkan untuk kapten timnas Jepang, Homare Sawa.
Dalam rangkaian acara Gala Dinner FIFA Ballon d"Or di markas FIFA di Zurich, Selasa (10/1) dinihari WIB, pengumuman siapa pemain terbaik dunia 2011 dilakukan paling akhir. Mantan penyerang timnas Brasil, Ronaldo Luis Nazario de Lima, mendapat kehormatan untuk mengumumkannya.

Messi akhirnya belum kehilangan predikatnya sebagai pesepakbola terbaik sejagat setelah dinobatkan sebagai peraih FIFA Ballon d"Or tahun ini. Dengan raihan suara 47.88%, dia mengungguli Ronaldo (21.6%) dan Xavi (9.23%)

Penghargaan ini menambah koleksi penghargaan untuk penyerang asal Argentina ini setelah sebelumnya dia juga memenangi Pemain Terbaik Dunia 2009 dan FIFA Ballon d"Or 2010.

Sepanjang tahun 2011, Messi memang punya peran besar mengantarkan Barca ke gerbang kesuksesan, yakni menjuarai Liga Spanyol, Liga Champions, Piala Super Eropa, Piala Super Spanyol, dan Piala Dunia Antarklub.

Sawa Terbaik Wanita

Di bagian wanita, kapten timnas Jepang, Homare Sawa, dinobatkan sebagai Pemain Wanita Terbaik Dunia 2011.

Sawa yang hadir dengan mengenakan pakaian kebesaran Jepang, terpilih menjadi yang terbaik setelah menyisihkan Marta (Brasil) dan Abby Wambach (Amerika Serikat). Sawa dinilai tampil hebat kala mengantarkan negaranya jadi juara Piala Dunia Wanita 2011 di Jerman.

Seperti diprediksi sebelumnya, kategorii pelatih terbaik dimenangkan "arsitek" Barcelona, Pep Guardiola.

Guardiola terpilih sebagai pelatih terbaik setelah mengalahkan dua pelatih hebat lainnya, yakni Sir Alex Ferguson (Manchester United) dan Jose Mourinho (Real Madrid).

Dari hasil voting, Guardiola meraih 41.92% suara, sedangkan Ferguson 15.61% dan Mourinho 12.43%.

Bersama Barca di Tahun 2011, Guardiola mengantarkan Azulgrana memenangi lima gelar, yakni Liga Spanyol, Liga Champions, Piala Super Eropa, Piala Super Spanyol, dan Piala Dunia Antarklub.

Khusus Alex Ferguson, meski gagal menjadi pelatih terbaik, tapi pria Skotlandia yang menangani Manchester United ini dianugerahi FIFA Presidential Award atas pengabdiannya di dunia sepakbola.

Ferguson dianggap sudah memberi kontribusi luar biasa ke dunia sepakbola selama lebih dari 25 tahun menangani The Red Devils. Dari polesan pria berkebangsaan Skotlandia ini, sudah terlahir puluhan pemain kelas wahid dari Old Trafford.

Gol Terbaik Neymar

Sementara itiu gol Neymar paling banyak dipilih oleh voter di situs resmi FIFA sejak beberapa bulan lalu, mengalahkan gol cungkil Messi atau over head Rooney.

Gol Neymar tercipta saat klubnya, Santos, menghadapi Flamengo di Liga Brasil. Dengan aksi solonya, ia melewati beberapa pemain lawan dan sesudahnya pemain sensasional ini sukses menyarangkan bola meskipun sempat ditekel lawan. (Ant/Afp/dtc)



Daftar Penerima Penghargaan

Ballon d’Or FIFA 2011

Pemain Terbaik FIFA: Lionel Messi (Argentina/Barcelona)

Pelatih Terbaik FIFA: Pep Guardiola (Spanyol/Barcelona)

Penghargaan Puskas FIFA (Gol Terbaik): Neymar (Brazil/Santos)

Pesepakbola Wanita Terbaik FIFA: Homare Sawa (Jepang/INAC Kobe Leonessa)

Pelatih Wanita Terbaik: Norio Sasaki (Jepang/Timnas Jepang)

Penghargaan Presidential (Kepemimpinan) Terbaik FIFA: Sir Alex Ferguson (Skotlandia/Man. United)

Pengharggan Fair Play FIFA: Federasi Sepakbola Jepang.
6:15 PM | 0 komentar | Read More
 
berita unik